Apa Saja Yang Harus Disiapkan Sebelum Membuat Website/Aplikasi?
Apa Saja Yang Harus Disiapkan Sebelum Membuat Website/Aplikasi?
Mau bikin website atau aplikasi tapi bingung harus mulai dari mana? Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak pemilik bisnis yang langsung order website tanpa persiapan membuat website yang matang hasilnya? Revisi berkali-kali, biaya membengkak, dan project molor berbulan-bulan.
Checklist membuat website yang tepat bisa menghemat waktu, budget, dan drama yang tidak perlu. Artikel ini akan kasih Anda panduan praktis apa saja yang wajib disiapkan sebelum tanda tangan kontrak dengan developer.
Yuk, langsung kita bahas satu per satu!
1. Tentukan Tujuan dan Target Audiens
Ini pertanyaan paling fundamental: untuk apa website/aplikasi ini dibuat?
Apakah untuk:
- Company profile yang bikin bisnis terlihat profesional?
- Toko online untuk jualan produk?
- Aplikasi internal untuk operasional perusahaan?
- Platform marketplace atau komunitas?
Setiap tujuan butuh pendekatan berbeda. Website company profile butuh konten yang solid, toko online butuh sistem pembayaran yang aman, aplikasi internal butuh integrasi dengan sistem existing.
Jangan lupa identifikasi target audiens Anda. Usia berapa? Kebiasaan browsing seperti apa? Lebih sering pakai HP atau laptop? Ini semua mempengaruhi desain dan fitur yang dibutuhkan.
2. Siapkan Budget yang Realistis
Ini yang sering bikin shock: "Kok mahal banget sih bikin website?"
Budget yang realistis tergantung kompleksitas project. Website sederhana mulai dari 3-5 juta, tapi kalau Anda butuh custom feature, integrasi payment gateway, atau aplikasi mobile, bisa puluhan bahkan ratusan juta.
Persiapan bikin aplikasi yang matang termasuk alokasi budget untuk:
- Development (pembuatan)
- Design UI/UX
- Konten (copywriting, foto, video)
- Domain dan hosting (biaya tahunan)
- Maintenance dan update rutin
Pro tip: Sediakan buffer 20-30% dari budget untuk hal-hal yang tidak terduga.
3. Kumpulkan Materi Konten dan Aset Digital
Developer hebat sekalipun tidak bisa bikin website keren kalau kontennya amburadul. Ini persiapan membuat website yang paling sering terlupakan.
Siapkan dari sekarang:
- Logo perusahaan (format vector: .ai atau .svg)
- Profil perusahaan dan deskripsi bisnis
- Foto produk atau layanan (resolusi tinggi)
- Testimoni pelanggan (kalau ada)
- Informasi kontak lengkap
- Link media sosial aktif
Kalau Anda tidak punya copywriter atau fotografer profesional, diskusikan dengan vendor biasanya mereka punya partner atau bisa rekomendasikan.
Konten yang disiapkan dengan baik = project jalan lebih cepat = hemat waktu dan biaya.
4. Riset Kompetitor dan Referensi Desain
Jangan cuma bilang "Buatin website keren ya!" ke developer. Mereka bukan dukun yang bisa baca pikiran Anda.
Lakukan riset kompetitor dan kumpulkan referensi website yang Anda suka. Screenshot dan catat:
- Apa yang Anda suka dari desain mereka?
- Fitur apa yang ingin Anda tiru atau modifikasi?
- Warna dan style seperti apa yang cocok dengan brand Anda?
Semakin jelas referensi yang Anda berikan, semakin akurat hasil akhirnya. Ini cara paling efektif menghindari revisi desain berkali-kali.
5. Tentukan Fitur dan Fungsionalitas yang Dibutuhkan
Buat list detail fitur apa saja yang Anda butuhkan. Jangan sekadar bilang "Website toko online" tapi jelaskan:
Untuk website e-commerce:
- Katalog produk dengan filter kategori
- Keranjang belanja dan checkout
- Integrasi payment gateway (Midtrans, Xendit, dll)
- Sistem notifikasi order via email/WhatsApp
- Dashboard admin untuk kelola pesanan
Untuk website company profile:
- Halaman About Us, Services, Portfolio
- Form kontak atau inquiry
- Integrasi Google Maps
- Blog/artikel
- Multi-bahasa (jika perlu)
Pisahkan fitur menjadi "must have" dan "nice to have". Ini membantu prioritas development jika budget terbatas.
6. Pilih Platform dan Teknologi yang Tepat
Tidak semua website harus pakai WordPress, tidak semua aplikasi harus native.
Diskusikan dengan developer platform yang tepat untuk kebutuhan Anda:
- WordPress: cocok untuk website konten, blog, company profile
- Custom development: untuk sistem yang kompleks dan unik
- E-commerce platform (Shopify, WooCommerce): untuk toko online
- Progressive Web App (PWA): alternatif hemat antara web dan aplikasi mobile
Pilihan teknologi mempengaruhi biaya development, maintenance, dan skalabilitas ke depan.
7. Persiapkan Timeline yang Realistis
"Kapan website saya jadi?"
Timeline tergantung kompleksitas. Website sederhana bisa 2-4 minggu, tapi aplikasi custom bisa 3-6 bulan atau lebih.
Cara membuat website lancar tanpa delay:
- Respond cepat saat developer minta feedback atau approval
- Siapkan konten dari awal, jangan nunggu diminta
- Jangan minta perubahan besar di tengah project
- Pahami ada tahap testing sebelum launching
Project delay 90% karena klien lambat kasih feedback atau terus-terusan minta revisi di luar scope awal.
Kesimpulan
Checklist project website yang lengkap adalah kunci kesuksesan. Persiapan yang matang menghemat waktu, budget, dan meminimalkan drama di tengah jalan.
Ingat: website atau aplikasi yang bagus bukan cuma tanggung jawab developer, tapi kolaborasi antara Anda dan vendor. Semakin jelas brief dan persiapan Anda, semakin smooth project-nya.
Siap mulai project website atau aplikasi? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Kakanda Tech. Kami akan bantu Anda dari tahap perencanaan hingga launching. Hubungi kami sekarang untuk diskusi gratis dan dapatkan penawaran terbaik!
Tentang Penulis
Baca Artikel Populer
Baca Artikel Lainnya